Assalamu'alaikum wr.wb.
Teman-teman, kali ini saya ingin menceritakan kisah nyata yang sangat menyentuh batin. Kisah tentang gadis remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika yang harus berjuang melawan kanker ganas sejak berumur 13 tahun. Masya Allah, tak bisa dibayangkan bagaimana teririsnya hati gadis pintar itu. Untungnya Keke (sapaan akrab Gita) mempunyai ayah yang sangat luar biasa, sahabat yang sangat peduli, dan pacar yang sangat setia. Memang, Allah SWT itu Maha Adil, di saat Keke harus berjuang keras, ia masih punya segelintir orang yang tak pernah lelah mendampinginya. Keke adalah gadis yang pintar, aktif di sekolah, penyayang,ceria, sabar, dan ia sempat membuat album lho... Keceriaan dan kebaikan Keke membuatnya disayangi oleh teman-temannya dan ia pun punya 6 orang sahabat. Saya terkadang 'iri' ketika membaca bagaimana persahabatan mereka terjalin... Keke divonis terkena kanker jaringan lunak ketika berumur 13 tahun. Saya benar-benar tidak bisa membayangkan, bagaimana kalau itu terjadi pada saya, saya pasti sudah sangat sedih dan pasrah. Tapi tidak untuk Keke, ia menghadapinya dengan begitu sabar dan semangat. Ia mempunyai semangat belajar dan hidup yang sangat tinggi. Oh ya sekedar info, kanker jaringan lunak yang diderita Keke adalah merupakan yang pertama di Indonesia. Keke yang dianugerahi raga cantik harus merelakan wajahnya menjadi tak terbentuk dan rambut yang rontok dari kepalanya akibat kanker itu. Namun ia tak pernah malu, ia pun tetap sekolah sekuat tenaga. Ayahnya (pak Jodi) mencarikan pengobatan terbaik untuk putri tercinta. Keke pun harus menjalani kemoterapi dan radioterapi. Saya benar-benar ngeri ketika tahu betapa sakitnya ketika harus dikemo. Darahnya yang merah harus dicampur dengan obat keras sehingga membuat tubuhnya menjadi biru. Di saat masa sulit itu, ayah, kakak-kakaknya, ibu, sahabat, dan pacarnya selalu mendampingi dan memberi semangat tanpa lelah pada Keke. Suatu hari, Keke bermimpi bertemu dengan wanita cantik, berkulit putih, dan baik, mungkin dia adalah malaikat (pikir Keke). Wanita itu mengajak Keke bermain. Alhamdulillah, setelah itu Keke pun sembuh dan dinyatakan bahwa kanker yang ada di tubuhnya, hilang. Keluarga, sahabat, dan keke sangat senang. Untuk merayakan kesembukan Keke, pak Jodi mengadakan syukuran. Liburan sekolah, Keke, sahabat, ayah, dan pak Lyus (supir keluarga Keke) pergi ke bandung. Keke menulis sebuah artikel berjudul " Parijs van Java atau Van lautan Api " yang mungkin jadi artikel terakhirnya. Setelah kesenangan itu dirasakan, kanker itu kembali. Kanker yang pernah hilang, kini kembali ke tubuh Keke. Mimisan dan mata kanan sakit adalah gejala awal. Lalu ia harus merasakan sakit yang sebelumnya pernah ia rasakan. Wajah bengkak, tak bisa melihat jelas, rambut rontok sampai lumpuh, ia rasakan sendiri. Sang Ayah tak pernah sedetik pun meninggalkannya. beliau terus mencari alternatif penyembuhan yang terbaik untuk Keke. Lagi-lagi, Keke harus menjalani kemoterapi dan radioterapi. Namun hasilnya tak sebaik dulu, kini kanker itu mulai kebal. Sehingga dokter pun angkat tangan dan menyarankan Keke untuk berobat ke Singapura, Keke dan ayahnya pun pergi ke Singapura. Namun, hasilnya sama saja. Cara satu-satunya untuk menyembuhkan Keke adalah operasi. Operasi itu sangat riskan, Keke akan kehilangan separuh wajahnya. Pak Jodi tak mau ambil risiko karena operasi itu pun belum tentu berhasil. Akhirnya mereka berdua kembali ke Indonesia. Kondisi Keke semakin memburuk, ia tak bisa bicara dan mengalami gangguan pengelihatan. Pak Jodi mencari info tentang pengibatan di AS namun tak ada hasilnya. Dokter bilang kalau umur Keke tinggal menghitung beberapa hari. Bayangkan teman-teman, betapa hancur hati seorang ayah ketika mendengar putri kesayangannya hanya bertahan beberapa hari. Suatu hari, keke mengalami koma. Ia bermimpi jalan-jalan di Paris, ia sangat bahagia karena tubuhnya kembali seperi semula. Lalu ia melihat sebuah istana yang sangat megah dan bertemu wanita yang pernah ia temui di mimpi sebelumnya, malaikat. Wanita itu mengajak Keke masuk ke istana dan bermain. Kemudian, ia mengajak Keke untuk tinggal di istana namun Keke harus berpamitan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya. Wanita itu memberi sekeranjang bunga melati untuk dikasih kepada keluarga dan sahabat. Sebelum pergi dari istana itu, Keke menulis sebuah surat kecil. Begini isinya :
Surat Kecil Untuk Tuhan
Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini
Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain
Tuhan...
Bolehkan aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan...
Bolehkan aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan...
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..
Tuhan...
Ijinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.
Tuhan...
Bolehkan aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah sahabat-sahabatku
Tuhan...
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapa pun yang mengenalku..
Tuhan...
Surat kecil ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali...
Ke dunia yang Kau berikan kepadaku
Setelah menulis surat ini, Keke tersadar dari komanya. Ia berpamitan kepada semua yang menjaganya di rumah sakit. Inilah pesan terakhir Keke " Rukun dan bahagialah ketika Keke pergi.."... Keke pun memejamkan mata dan pergi selama-lamanya. Sebuah mukjizat, sebuah wangi melati muncul misterius yang terjadi sekiar lima menit....
Keke, kamu adalah gadis yang sangat kuat. Kamu menginspirasi saya untuk selalu tetap tabah dan semangat untuk menghadapi semua cobaan. Terima kasih Keke, semoga engkau bahagia di sana (Amin). Ada perkataan Keke yang menurut saya, wah sangat hebat dikatakan oleh gadis berumur 13 tahun. "Ayah, sepertinya Keke hanya dijadikan kelinci percobaan oleh para Dokter, tapi gapapa yang penting cukup Keke aja yang begini.."
Cerita Keke ini dijadikan sebuah novel dan film berjudul " Surat Kecil untuk Tuhan "
Wassalam'alaikum wr.wb.
Surat Kecil untuk Tuhan
Langganan:
Posting Komentar (RSS)

0 komentar:
Posting Komentar